 Perbedaan Kain Batik dan Tekstil Bermotif Batik

Batik merupakan warisan budaya Indonesia, pada umumnya masyarakat Indonesia sudah paham tentang hal tersebut, namun cara membedakan antara batik dan tekstil bermotif batik secara umum masyarakat Indonesia atau para konsumen batik masih banyak yang belum paham. Seringkali konsumen bangga dengan batik yang dikenakannya, dikarenakan beli di toko batik yang sudah cukup terkenal, harganya lumayan mahal, tapi sebenarnya bukan kain batik yang didapatkannya namun kain tekstil bermotif batik atau lebih dikenal dengan kain sablon (print).

Definisi batik secara umum yang telah disepakati pada saat konvensi batik Internaional di Yogyakarta pada tahun 1997 adalah proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun denganmenggunakan lilin batik (wax)sebagai alat perintang warna. Bilamana prosesnya tanpa menggunakan lilin batik maka tidak bisa dinamakan batik, dan dikatakan tekstil bermotif batik.

Bilamana dilihat dari sisi fungsi dan kegunaan, kain batik ataupun tekstil bermotif batik tidak ada bedanya, begitupula bila dilihat dari sisi ekonomi keduanya adalah bagian dari bisnis yang sangat menjanjikan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi seluruh masyarakat. Harga batik yang asli relatif lebih mahal maka dengan sendirinya bagisebagian masyarakat yang tingkat ekonominya rendah tidak akan terjangkau untuk membeli kain batik. Maka dengan banyak beredarnya kain tekstil bermotif batik, untuk masyarakatkelas menengah ke bawah akhirnya bisa mengenakan busana bermotif batik.

Masalahnya adalah bagi konsumen yang telah membayar dengan harga yang cukup mahal tapi yang didapatnya bukan kain batik asli, namun sekedar tekstil bermotif batik.

Pemerintah melalui departemen perindustrian telah mengusulkan “Batik Mark” yaitu berupa tanda atau label yang membedakan kualitas batik berdasarkan proses pembuatannya. Tanda tersebut meliputi kualitas batik tulis, batik cap dan batik kombinasi tulis dan cap. Tujuan semula adalah agar konsumen tidak akan merasa tertipu dengan melihat tanda yang ditempelkan pada kain batik tersebut, serta keuntungan bagi produsen atau penjual bisa untuk meningkatkan harga jualnya sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Namun hingga saat ini oleh produsen dan pedagang kain batik belum bisa melaksanakan penandaan Batik Mark tersebut dikarenakan untuk proses mendapatkan label tersebut perlu biaya dan waktu untuk mengurusnya.

Untuk mengetahui perbedaan antara batik dan tekstil bermotif batik tersebut ada tips yang bisa membantu cara memilih kain batik sbb:

  1. Kain Batik

1.Pada umumnya bahan dasar yang digunakan adalah terbuat dari serat alam atau serat selulosa atau serat yang dihasilkan dari binatang. Jenis kain batik yang digunakan secara umum diantaranya adalah kain katun, kain rayon, kain rami dan kain sutra. Proses batik tidak bisa menggunakan jenis kain yang terbuat dari bahan polyester.

2.Gambar pada kain batik biasanya sebagian akan tembus hingga pada bagian belakang kain. Terlebih lagi untuk jenis kain batik tulis halus, maka pengerjaan pelilinannya akan dilakukan pada kedua muka kain. Khusus pada kain batik yang teknik produksinya dengan mengguna- kan teknik sablon lilin dingin gambarnya hampir tidak tembus sama sekali, berbeda dengan yang menggunakan teknik lilin panas maka hasilnya akan tembus hingga ke belakang kain tersebut.

3.Bau kain batik akan tercium aroma lilin. Untuk mengetahui aroma lilin ini, biasanya oleh konsumen kain batik tersebut didekatkan pada indera penciumannya. Bahkan ada yang pernah mengatakan bahwa kalau mencium aroma kain batik bisa mengingatkan pada kasih sayang orang tuanya yang dulu menggendongnya ketika bayi dengan kain selendang batik. Ada pula yang mengatakan kalau sudah mencium aroma kain-kain batik bisa menghilangkan stress.

4.Detail gambar pada kain batik relatif lebih sederhana bilamana dibandingkan dengan tekstil bermotif batik. Khusus untuk detail gambar dengan ukuran yang kecil-kecil dengan warna lebih gelap akan sangat susah didapatkan pada kain batik. Hal ini dikarenakan keterbatasan pada proses pengerjaan pelilinannya.

5.Harga kain batik relatif lebih mahal dan jumlahnya terbatas.

6.Bentuk ragam hias atau ornamen pada sehelai kain batik terkadang tidak ada kesamaan yang tepat antara motif yang satu dengan yang lainnya, sekalipun secara proses kain batik tersebut dibuat dengan teknik batik cap. Apalagi bentuk motif yang ada pada satu lembar kain batik yang satu dengan yang lainnya kemungkinan besar pasti ada perbedaan.

7.Kain batik jarang kita temui dalam bentuk kemasan gulungan. Biasanya kain batik dikemas dalam bentuk lipatan atau dibungkus satu persatu atau set.

  1. Tekstil Bermotif Batik (Sablon atau Print)

1.Pada umumnya bahan dasar yang digunakan adalah terbuat dari serat polyester walaupun ada juga yang terbuat dari kain katun, kain rayon, kain rami dan kain sutra seperti halnya pada kain batik.

2.Gambar padakain tekstil bermotif batik (sablon) biasanya tidak akan tembus hingga pada bagian belakang kain.

3.Kain sablon tidak tercium bau lilin dan hampir tidak ada aroma apapun.

4.Detail gambar pada kain sablon relatif lebih halus dan lebih lengkap bilamana dibandingkan dengan kain batik. Pada kain tekstil bermotif batik (sablon) detail gambarnya lebih bisa mencapai ukuran yang kecil-kecil dengan warna-warna yang lebih gelap bisa didapatkan, berbeda dengan kain batik. Hal ini dikarenakan kemampuan proses sablon semakin bagus dan teknologinya semakin maju. Proses sablon sendiri banyak macamnya diantaranya adalah dengan teknik sablon tangan (hand printing), menggunakan plat dan sistem rotary yaitu dengan teknik pencetakan berputar menggunakan silinder. Tiap teknik mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang berhubungan dengan ukuran gambar dan kualitas detail motifnya.

5.Harga kain sablon relatif lebih murah, serta jumlah produksinya biasanya lebih banyak hal ini ditempuh agar biaya untuk pembuatan film/plat atau pembuatan screen sablon bisa tertutupi (break event point), karena biaya pembuatan film cukup mahal, sehingga bila diproduksinya sedikit maka dengan sendirinya harga kain akan sama mahalnya dengan kain batik.

6.Bentuk ragam hias atau ornamen pada lembaran kain sablon sudah pasti akan banyak kesamaannya dan tepat antara motif yang satu dengan yang lainnya.

7.Kain sablon bisa kita temui dalam bentuk gulungan. Biasanya dalam satu gulung bisa mencapai panjangnya lebih dari 100 meter.

Pada akhirnya, baik yang mengunakan busana kain batik maupun yang menggunakan busana sablon atau tekstil bermotif batik yang pasti kita semua cinta batik Indonesia. Dan tidak berapa lama lagi pada tahun ini bangsa Indonesia akan mendapatkan award dari UNESCO bahwa batik adalah budaya bangsa Indonesia setelah diakuinya keris dan wayang kulit yang telah mendapatkan penghargaan dari UNESCO terlebih dulu.

A.Contoh Kain Batik

Bahan Dasar Sutera Tenun ATBM

B.Contoh Tekstil Bermotif Batik

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s